You're Here : Home Teknologi Crossover yang ramah lingkungan
Crossover yang ramah lingkungan
Admin IGS / Kamis, 12 Januari 2012 10:12

Sebagai pabrikan yang tumbuh di benua yang sangat ketat menerapkan standar ramah lingkungan, PSA Peugeot Citroen Group agaknya juga tak mau kalah dalam perlombaan pengembangan teknologi ecocar.

Salah satu produknya adalah Peugeot 3008 diesel hybrid4. Ini adalah varian crossover yang bebas emisi, super irit bahan bakar, tetapi tetap bertenaga.

Selama ini strategi pengembangan mobil ramah lingkungan dilakukan dengan beberapa cara.Sebagian pabrikan berkonsentrasi meningkatkan efisiensi mobil konvensional dengan memperbaiki desain mesin dan menurunkan berat mobil sehingga lebih irit bahan bakar.

Sebagian lainnya memilih mengembangkan teknologi diesel generasi baru yang juga tak kalah ramah lingkungan.Beberapa pabrikan berkonsentrasi mengembangkan mobil hybrid, namun sebagian lainnya langsung memilih teknologi EV (mobil elektrik) dengan sistem pengisian ulang baterai melalui plug-in ke sambungan listrik.

Yang dilakukan Peugeot terhadap varian 3008 cukup menarik. Pabrikan asal Perancis itu mengkombinasikan teknologi hibrida dengan platform mesin diesel generasi baru pada crossover tersebut. 

Peugeot mengklaim sebagai pabrikan pertama yang siap memproduksi mobil diesel hybrid secara massal.

Kalau Anda pernah menjajal versi konvensional 3008 yang kini dijual di Indonesia, tentu Anda dapat merasakan sensasi dari tenaga, kemewahan dan kenyamanan crossover tersebut. Sayang, penjualannya memang tidak terlalu sukses di Indonesia, boleh jadi karena harganya yang dianggap terlalu mahal.

Nah, versi diesel hybrid dari 3008 tentulah akan mengundang penasaran bagi penggemar crossover ataupun pecinta Peugeot.

3008 Diesel hybrid4 yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2011 Desember silam dirancang dengan mesin diesel berkapasitas 2.0-liter HDi. Sedangkan untuk motor elektriknya, output maksimum yang dihasilkan mencapai 27 kW.

Pilihan menggunakan mesin diesel baru diambil untuk memperbaiki efisiensi bahan bakar sekaligus mereduksi emisi CO2. Seri 3008 itu mengaplikasikan teknologi stop-start generasi terbaru.

Meski menggunakan mesin hybrid, 3008 tetaplah menjadi crossover karena didukung oleh fitur four-wheel drive dan menghasilkan output maksimal 200 tenaga kuda.

Mobil ini dapat dioperasikan dengan empat pilihan mode yang tinggal disetel dengan mudah sesuai kondisi dan keinginan si pengemudi, yaitu ZEV (zero emission vehicle), 4WD, Sport, dan Auto.

Saat di mode Auto, sistem elektronik secara otomatis akan mengambil kendali dengan mengaktifkan mesin Hdi diesel dan motor elektrik. Ketika berada di mode ZEV, mobil akan sepenuhnya digerakkan oleh motor elektrik.

Mode ini cocok untuk digunakan mengemudi di dalam kota dan jarak dekat. Jika ingin berkendara dengan performa penuh, pilih mode Sport.Sebagaimana mobil hybrid lain, 3008 diesel hybrid ini juga praktis bebas dari kebisingan mesin. 

Dengan teknologi Stop & Start generasi terbaru, 3008 hybrid juga secara otomatis akan men-standby-kan mesin Hdi diesel dan me-restarts-nya saat kondisi yang dibutuhkan (ketika pedal gas diinjak atau baterai harus di-charge).

Mobil ini menggunakan battery pack Ni-MH bertegangan tinggi yang ditempatkan di dekat motor elektrik. Baterai akan terisi saat motor elektrik berfungsi sebagai generator.

Yang tak kalah penting, 3008 hybrid4 ini juga sudah dilengkapi dengan sistem navigasi satelit terbaru yang terintegrasi dengan hard disc, GSM, konektor USB, DVD player, dan koneksi bluetooth.

Terus terang, mencari kompetitor 3008 diesel hybrid4 di kelasnya saat ini memang masih sulit.Tetapi, jika berbicara tentang pengembangan teknologi mesin diesel hybrid pada SUV dan crossover, beberapa pabrikan lain juga tengah berkonsentrasi ke arah yang sama, antara lain adalah seri diesel hybrid BMW X5 dan Volvo V60.

Sumber:Bisnis Indonesia

Kirim Komentar

Security code Refresh