You're Here : Home Teknologi Teknologi Ramah Lingkungan Dipacu
Teknologi Ramah Lingkungan Dipacu
Admin IGS / Selasa, 15 November 2011 10:46

 

Para pelaku usaha di sektor information and communication technology (ICT) harus lebih memassalkan teknologi ramah lingkungan (Green ICT) agar berperan dalam mengurangi tingkat emisi karbon dunia dan efek rumah kaca.

Menurut Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie, terdapat tiga alasan utama bahwa implementasi Green ICT perlu lebih ditingkatkan. Pertama, pertumbuhan ICT yang pesat memiliki peran paling besar dalam mendorong pertumbuhan konsumerisme dunia, khususnya di Asia. Kedua, industri ICT menyumbangkan 2-3 persen dari total emisi karbon dunia.

Penelitian membuktikan penggunaan Green ICT bisa mengurangi lebih dari 15 persen dari total emisi karbon dunia.

Dikatakannya, sebuah dunia yang keberlanjutan melalui transformasi yang diarahkan oleh perilaku industri ICT yang bertanggung jawab harus dilakukan agar terjadi keseimbangan. "Tidak ada tempat lain selain Asia yang lebih relevan untuk visi ini di mana pembangunan ekonomi dan perkotaan yang cepat dikombinasikan dengan pertumbuhan eksponensial di sector ICT," katanya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menambahkan meskipun kontribusinya baru mencapai 2 - 3 persen dari emisi gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, ICT punya kemampuan untuk mengurangi jejak emisi tersebut lebih cepat dan lebih besar dari sektor lainnya.

"Kemampuan inilah yang menjadikan Green ICT sebagai sebuah keharusan. Kalau industri ICT sudah semakin hijau, maka sektor lainnya juga akan semakin cepat beralih sehingga bisa tercipta industri teknologi hijau. Nah, ini yang akan menjadi penopang sekaligus pendorong dari pembangunan yang berkelanjutan di setiap sektor," katanya.

Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammaf Hatta mengungkapkan selama ini, embrio untuk pengembangan riset dan teknologi di bidang lingkungan hidup sudah banyak, tapi terhambat banyak kendala, khususnya dana dan aplikasinya.

"Dengan inisiatif dari sektor swasta para ilmuwan "hijau" di Indonesia bisa lebih berkarya dan manfaatnya bisa segera dinikmati masyarakat, khususnya para pengguna ICT yang saat ini mencapai lebih dari 150 juta orang," jelasnya.          

Kirim Komentar

Security code Refresh